🐅 Setelah Kehidupan Dunia Berakhir Masih Ada Kehidupan Lain Yaitu

Percayaada hidup setelah mati, karena itu mentaati perintah dan larangan agar supaya setelah mati masuk surga Allah dalam kehidupan setelah kematian. Jika ternyata hidup setelah mati tak ada maka selamat, karena meski percaya ada hidup setelah mati tapi ternyata tak ada, jadi orang mati hanya jadi bangkai dan kembali jadi tanah dan selesai. 3 Tidak, karena manusia masih punya kehidupan di akhirat nanti! 4. Masih, karena sesudah kehidupan di dunia berakhir manusia akan melangsungkan Kehidupan di akhirat Masalah: Dalil naqli dan Naqli yang menerangkan datangnya hari akhir Dalil Naqli: Artinya: "Dan takutlah pada hari (ketika) kamu semua di kembalikan kepada Allah. Tapipendapat ini ada dua pendapat dari ulama. 1. Ada ulama yang berpendapat bahwa nabi Muhammad SAW adalah manusia yang pertama di bangkitkan dari kubur. 2. Ada ulama lain yang mengatakan nabi Ibrahim AS lah yang pertama kali di bangkitkan, baru Nabi Muhammad SAW. Hal ini di dasarkan dari perkataan Nabi muhammad ketika di tanya oleh sahabat. So. Setelah meninggal dunia kita akan pergi ke kuburan: [ 1] Maksudnya dibawa pergi ya, bukan pergi sendiri, serem nanti. Ada juga yang dibawa ke sini: [ 2] Ada juga yang cuma bisa sampai sini perginya: [ 3] Ke sini juga, sedih sih kalo diingat-ingat: Setelahkehidupan di dunia ini, kita akan menuju ke kehidupan yang kekal. Yaitu, melalui peristiwa kematian, dari tanah kembali ke tanah. supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan. selagi masih ada kesempatan, lakunlah yang harus dilakukan sebagai saksi iman yang sejati. Sebelum: KEHIDUPANAKHIRAT Kehidupan di dunia ini adalah alam yang ke-3 yang sebelumnya setiap manusia pernah mengalami alam ruh (alam ke-1) kemudian ke alam dalam kandungan (alam ke-2). Kematian seseorang bukanlah akhir dari segalanya, akan tetapi kematian itulah awal dimulainya kehidupan panjang yang sebenarnya, yaitu kehidupan akhirat. Hariakhir juga bisa dipahami sebagai hari berakhirnya kehidupan di dunia fana ini dan memasuki awal kehidupan baru yang abadi di akhirat. Dengan demikian, mengimani hari akhir berarti membenarkan dengan sepenuh hati bahwa setelah kehidupan di dunia ini akan ada kehidupan lagi yang merupakan kehidupan yang sebenarnya dan bersifat abadi. Tapibagi orang-orang yang tidak beriman kehidupan akhirat kehidupan lebih buruk (neraka) dan kekal (lebih lama) dari kehidupan didunia. Kehidupan dunia ditengah tengah kehidupan surga dan kehidupan neraka, kadang sedikit kearah kehidupan surga (kenikmatan) dan kadang sedikit kearah kehidupan neraka (kesengsaraan). Schwarze Sonne Jadisetelah kiamat bumi dan semua planet itu masih ada begitupun dengan kehidupan, sebab kalau bumi ataupun planet" yang tidak ada, dimana Tuhan, Dewa, Malaikat, Setan, Manusia itu akan ngopinya? Oberto Simanjuntak Penulis punya 4 rb jawaban dan 923,1 rb tayangan jawaban 2 thn ZpV1Q. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Hidup di dunia merupakan kehidupan di alam ke dua, setelah kehidupan di rahim ibunda adalah kehidupan pertama dan masih ada kehidupan lain yakni alam kubur, alam akhirat sebelum ke tempat terakhir sorga atau neraka. Sehingga kehidupan yang sedang dijalani sekarang ibarat seorang pengembara yang sedang berjalan menuju suatu tempat yaitu waktu pengembaraan di dunia berbagai macam perbuatan dan perlakuan yang dilakukan umat manusia, sebagian berbuat yang positif menjaga norma-norma kebaikan, baik kepada Tuhan-Nya maupun kepada sesama manusia. Hal ini dilakukan karena adanya kesadaran bahwa akan menghadap Tuhan dan akan mempersembahkan semua kebaikan dihadapan Tuhan, demikian juga Allah SWT sebagai penguasa hakiki mengharapkan manusia memiliki karakter seperti sayang sebagian manusia tidak bisa mengemban kepercayaan titipan Tuhan kepadanya, sehingga dia tidak banyak berperilaku yang baik selama hidupnya. Barangkali dia lupa bahwa suatu saat akan pulang dari mengembara di dunia menuju kematian menghadap Tuhan-Nya. Bukankah dihadapan Tuhan akan kesenangan yang abadi melebihi di dunia, tetapi juga ada azab yang mengerikan yang belum pernah ada di dunia, sehingga yang timbul adalah penyesalan yang terbesar dan tidak berguna lagi, seperti kata pepatah nasi telah menjadi bubur. Lihat Humaniora Selengkapnya Ilustrasi. Foto Akhwatmuslimah. com – Marilah kita membahas lebih dalam, bagaimana manusia setelah mengalami kematian dan apa yang akan terjadi sesuai dengan apa yang digambarkan dalam Al-Qur’an dan Hadits Nabi. KEHIDUPAN AKHIRAT Kehidupan di dunia ini adalah alam yang ke-3 yang sebelumnya setiap manusia pernah mengalami alam ruh alam ke-1 kemudian ke alam dalam kandungan alam ke-2. Kematian seseorang bukanlah akhir dari segalanya, akan tetapi kematian itulah awal dimulainya kehidupan panjang yang sebenarnya, yaitu kehidupan akhirat. Perlu kami sampaikan proses perjalanan panjang manusia secara garis besar tentang kehidupan akhirat, sesuai dengan apa yang sudah dijelaskan di dalam Al-Qur’an, hingga seseorang masuk ke Surga yang abadi atau ke Neraka yang abadi. ALAM KUBUR Allah berfirman, ”Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang dzalim berada dalam tekanan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, sambil berkata “Keluarkanlah nyawamu” Di hari ini kamu dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah perkataan yang tidak benar dan karena kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya.” Al-An’aam [6] ayat 93 Alam kubur ini akan dialami setiap manusia, alam penantian sampai terjadinya Qiamat yang waktunya sudah ditentukan oleh Allah SWT, tidak bisa maju maupun diundur sedetikpun. Adapun orang-orang yang bertaqwa, yaitu orang-orang yang beriman dan banyak amal shalihnya, selama di alam kubur terhindar dari siksa kubur, mereka merasa nyaman di dalamnya, dan terasa hanya sebentar saja selama menunggu datangnya Qiamat. Adapun orang-orang kafir dan yang mendustakan ayat-ayat Allah, mereka akan disiksa hingga Qiamat tiba. Kriteria orang-orang yang mendapat azab kubur adalah – Mereka yang setiap buang air kecil, tidak bersuci – Mereka yang suka mengadu domba – Mereka yang suka berbohong – Mereka yang suka melakukan zina dan tidak bertaubat hingga ajal menjemputnya – Mereka yang memakan harta dengan riba – Mereka yang suka berhutang dan sengaja tidak mengembalikan HARI BERBANGKIT Allah SWT berfirman, “Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu putusannya masing-masing.” Az-Zumar [39] ayat 68 Penjelasan ayat tersebut bahwa tiupan sangkakala yang pertama, maka matilah semua makhluk yang di langit maupun di bumi, tanpa kecuali dan apa-apa yang ada di dalamnya. Setelah semuanya hancur, musnah, maka beberapa saat kemudian ditiuplan terompet yang kedua, bangkitlah semua manusia sejak dari nabi Adam hingga manusia terakhir yang dimatikan Allah. Saat Qiamat tiba, semuanya bangkit dari kuburnya masing-masing. Qiamat ini terjadi pada hari jum’at, hal ini sesuai dengan salah satu hadist, Nabi Muhammad bersabda “Tidaklah hari Qiamat itu terjadi kecuali pada hari jum’at” Allah berfirman, “Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur.” Al-Haqaah [69] ayat 13 dan 14. “Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan mencatat amal perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.” Al-Mujadilaah [58] ayat 6. Pada saat seluruh manusia dibangkitkan dari alam kuburnya, raga/badan yang ada sewaktu di dunia dulu sudah berubah sesuai dengan amal perbuatan yang dilakukan selama di dunia. Ruh tetap abadi, yang berubah hanya bentuk fisiknya, dan di dalamnya terdapat kekhususan-kekhususan yang baru, seperti tidak mati walau tertimpa musibah, siksaan dan mereka dapat melihat malaikat dan jin. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Saya adalah penghulu anak Adam pada hari Qiamat, dan orang yang pertama kali dibangkitkan dari kubur”. HR. Muslim Hidup sesudah mati diawali dari bangkitnya seluruh manusia sejak dari Nabi Adam hingga manusia-manusia diakhir zaman. Saat Qiamat tiba semua tanpa kecuali bangkit dari kuburnya. Padang Mahsyar adalah dataran yang sangat luas tempat berkumpul para makhluk pertama, hingga makhluk yang terakhir hidup. Dataran Mahsyar berada di alam akhirat, dan dikatakan berpasir, tidak terlihat tinggi maupun rendah. Di Mahsyar inilah semua makhluk Allah yang berada di tujuh lapis langit dan bumi termasuk malaikat, jin, manusia, binatang berkumpul dan berdesak-desakan. Setiap manusia pada hari pengadilan akan hadir di mahsyar, diiringi oleh dua malaikat, yang satu sebagai pengiringnya dan yang satu lagi sebagai saksi atas segala perbuatannya di dunia. Hari Perhitungan Amal/Hisab Allah berfirman, “Sesungguhnya kepada Kami-lah kembali mereka, Al-Ghasyiah [88] ayat 25 Kemudian sesungguhnya kewajiban Kami-lah menghisab mereka. Al-Ghasyiah [88] ayat 26 Pada hari perhitungan amal Hisab ini, Allah SWT akan menampakkan kepada hamba-hamba-Nya semua amal-amal yang telah mereka perbuat, baik berupa amal-amal ketaqwaan maupun amal-amal kekafiran mereka. Maka sebenar-benar kesaksian mereka adalah Rabb yang telah menciptakan manusia. Allah SWT mempersaksikan manusia atas diri mereka sendiri, demikian pula bumi, harta, malaikat, bahkan “seluruh anggota badan” mereka ikut serta menjadi “saksi” atas perbuatan-perbuatan yang telah mereka perbuat, saat berada dialam didunia yang fana dan sementara, sebagai terminal menuju kehidupan yang abadi. “Barang siapa yang berat timbangan kebaikan nya, maka mereka itulah orang-orang yang dapat keberuntungan.”Al-Mukminun [23] ayat 102 “Dan barang siapa yang ringan timbangan kebaikan nya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri,mereka kekal di dalam Neraka Jahannam.” Al-Mukminun [23]ayat 103 “Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari Qiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika amalan itu hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan pahalanya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan.” Al-Anbiya [21] ayat 47 “Mizan” adalah nama timbangan amal yang amat sangat teliti, yang diletakkan Allah SWT pada hari Qiamat untuk menimbang amalan-amalan seluruh hamba-Nya, apakah seseorang lebih berat amal kebaikannya yang akhirnya menempati Surga, ataukah seseorang ringan timbangan amal kebaikannya sehingga menempati Neraka. Jembatan Sirath adalah jembatan yang membentang di atas neraka, dan jembatan inilah jalan satu-satunya menuju surga. Orang-orang yang memiliki amal shaleh akan dengan mudah melewati jembatan sirath ini, namun bagi mereka orang-orang kafir, mereka tidak akan bisa melewatinya dan mereka akan jatuh kedalam neraka dan mereka kekal didalamnya. PENGHUNI SURGA & NERAKA Allah berfirman, “yaitu pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, dikatakan kepada meraka “Pada hari ini ada berita gembira untukmu, yaitu Surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, yang kamu kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar”. Al-Hadid [57] ayat 12 “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah Surga Adnin yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka “kekal” di dalamnya “selama-lamanya”. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah balasan bagi orang yang takut kepada Tuhannya…” Al-Bayyinah [98] ayat 7 Allah berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik akan masuk ke Neraka Jahannam; mereka “kekal” di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.” Al-Bayyinah [98] ayat 6 “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami ayat-ayat Allah dan mereka mempunyai mata tetapi tidak dipergunakannya untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah, dan mereka mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakannya untuk mendengar ayat-ayat Allah. Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” Al-A’raaf [7] ayat 179 Semoga kita semua benar-benar bisa menyiapkan bekal untuk kehidupan panjang di akhirat nanti dengan menjalankan syariat Islam yang sebanar-benarnya, dengan berislam secara kaffah, aamiin. [ ] ==== Sumber quran1234 Memprediksi masa depan ibaratnya permainan orang bodoh. Karena itu memerlukan pemikiran paling cemerlang dan paling berani. Bahkan sekarang ini, saat perubahan berlangsung amat cepat dan masif, yang terinspirasi oleh dorongan sains dan teknologi atau karena tarikan krisis kesehatan global, sangat sulit menemukan ramalan yang tepat dan akurat. Juga para pakar dan ilmuwan terkemuka menyatakan, tidak berani dan tidak mampu meramalkan apa yang akan terjadi seminggu ke depan, terkait pandemi virus coronaSARS-CoV-2. Padahal data dan informasi yang mereka kumpulkan sudah sangat banyak dan relatif akurat, bahkan ada riset dari tahun 2007 yang memperingatkan kemungkinan wabah virus corona jenis baru. Jadi, bagaimana Nostradamus yang pakar astrologi dan dokter Perancis, pada abad ke 16 menulis puisi ramalannya, yang memprediksi Cina akan menginvasi Eropa, tetap jadi misteri yang tak akan terpecahkan. Dunia dalam moda maju sangat cepat Ketika Cinapada bulan Desember silam melapor kepada WHO terkait SARS-CoV-2, tidak ada yang bisa memprediksi, dalam hitungan bulan, konsumerisme global dilindas oleh roda industrinya sendiri. Begitu tiba-tiba. Sekarang apa yang terjadi? Dan ke depan apa yang akan terjadi? Pandemi COVID-19 membawa dampak perubahan pada masyarakat dan pada kehidupan sehari-hari, yang diharap hanya sementara, ibarat sekedipan mata. Lockdown, karantina, kacaunya rantai suplai logistik dan lainnya, merupakan sinyal dari sebuah komunitas yang mengalami pelambatan dari sebuah moda kecepatan tinggi. Apakah mungkin ini poin dari rahasia yang kita gali, yakni melambatnya masyarakat? Alvin dan Heidi Toffler dua pakar peramalan tren masadepan, mempublikasikan bukunya “Future Shock“, yang meramalkan naiknya kecepatan dalam kehidupan. Kedua pakar memprediksi, masyarakat akan kewalahan mengikuti kecepatan laju perubahan. Akibatnya adalah, syok sosial dan atau personal. Ramalan Malapetaka Masa Depan Apakah perlambatan kecepatan perubahan akan permanen? “Kelihatannya kita akan kembali ke normalitas baru, setelah krisis lewat,“ ujar Maria Bothwell, Direktur Utama Toffler Associates. Tidak akan ada perubahan dalam skala besar, seperti yang diprediksi banyak orang. “Penjelasannya, jika orang dikarantina selama tiga minggu dan menyesuaikan diri dengan perubahan, perilaku lama kita akan kembali bangkit. Tapi orang juga harus siap dengan perbedaan,“ ujar Bothwell menambahkan. Sementara pakar astronomi Inggris, Sir Martin Rees melihat ada pesimisme dan optimesme terkait pandemi. Alasan untuk pesimis adalah, kejadian semacam itu bisa terulang. “Aktor jahat bisa merekayasa pandemi baru, dengan virus flu atau cacar jenis baru, yang kompleks dan butuh waktu lebih panjang untuk mengalahkannya," ujar Rees. Ini bisa membuat runtuhnya ekonomi dalam dunia yang terhubung dalam jejaring global. Tapi skenario optimistik juga ada, ujar salah satu dari 50 penulis kontributor untuk buku “After Shock“ yang dirilis memperingati 50 tahun buku Future Shock. “Krisis yang muncul dan hilang, memberi kesempatan situasi pulih dan kita bisa belajar paling tidak dua hal penting,“ ujar Rees. Pertama, kita jangan tergantung pada rantai suplai panjang yang rentan. Kita harus menginvestasikan pada kapasitas cadangan baik pada tenaga kerja maupun peralatan. Kedua,kita juga bisa belajar, bahwa pekerja di kota, tidak perlu membuang waktu beberapa jam di jalan raya, untuk mondar-mandir antara rumah dan tempat kerja. Home Office. Tapi itupun perlu infrastruktur baru, jaringan 5G misalnya, atau jaringan digital lebih cepat. Perubahan amat sulit "Tidak ada yang bisa menghindar dari perubahan. Tapi bagaimana kita berubah, tergantung dari bagaimana kita melihat diri kita sendiri sebagai individu maupun grup dalam kekinian,“ ujar Bothwell dari Toffler Associates. Apakah pandemi akan meruntuhkan semua hal, dan kita mulai lagi dari awal? Ini pertanyaan utamanya. Kebiasaan belanja mungkin tidak berubah. Tapi perubahan budaya keseluruhan? “Kemungkinan tidak ada perubahan fundamental dalam konsumsi, seperti yang diharapkan para aktivis iklim,“ ujar Isabella Herman dari Berlin-Brandenburg Academy of Sciences and Humanities. “Hal itu hanya mungkin terjadi, jika ada perubahan sistem. Apa yang kita jalankan sekarang, adalah mempertahankan agar terus berfungsi, dengan ongkos semahal apapun," tambah Hermann. Tapi ia kembali menegaskan, tidak ada yang paling sulit, selain mempredisksi masa depan“. Kita bisa menganalisa banyak data, tren dan membauat skenario. Tapi masa depan tidak linear. Jadi apakah pandemi virus corona akan mengubah banyak hal di masa depan, tidak ada yang mampu meramalkan secara akurat. as/yf

setelah kehidupan dunia berakhir masih ada kehidupan lain yaitu