🥂 Pohon Cita Cita Kelas Inspirasi

Padakesempatan itu pula, adik-adik kelas 4 yang jumlahnya 15 orang ini diajak untuk membuat pohon cita-cita dimana di pohon itu mereka dapat menuliskan cita-citanya. Samsul Rizal selaku Kepala Sekolah Darud Da'wah Wal Irsyad (DDI) Pantai Harapan menyambut positif kegiatan ini. Berawaldari ajakan teman untuk bergabung di Kelas Inspirasi Fakfak 2 sebagai relawan fotografi. Saya tidak tau apa itu Kelas Inspirasi. Setelah semua "pohon cita - cita" selesai, kami bersepakat untuk kumpul lagi kesesokan harinya di rumah Hardyanti biasa dipanggil kakak Adyn tempat saya tinggal selama di Fakfak. Saya mulai KelasInspirasi adalah gerakan para profesional turun ke Sekolah Dasar (SD) selama sehari, berbagi cerita dan pengalaman kerja juga motivasi meraih cita-cita. Cerita tersebut akan menjadi bibit untuk para siswa bermimpi dan merangsang tumbuhnya cita-cita tanpa batas pada diri mereka. Tujuan dari Kelas Inspirasi ini ada dua, yaitu menjadi wahana Sedangkanpenanaman pohon cita-cita mengibaratkan mereka untuk merawat mimpi agar bisa tumbuh. Pupuk yang digunakan adalah semangat dengan siraman air kesungguhan. Diharapkan kelas inspirasi yang dibangun bisa benar-benar menginspirasi anak-anak untuk bisa bersemangat untuk mewujudkan mimpi dan cita-cita dengan kesungguhan dan kerja keras. Didalam kelas para relawan ini menceritakan semua pengalaman mereka dalam menggeluti profesi tersebut. PohonCita-cita. Mengenalnya sebagai prof. DIdi hanya itu. sungguh sayang aku tidak mengetahui nama lengkap beliau. Sekali melihat sosoknya dengan penampilan yang sangat sederhana, dia sempatkan hadir di hall pertemuan di sebuah kampus ternama di kota M. KOTAKUPANG, 11 September 2021 Yayasan Arnoldus Wea kembali menyelenggarakan Kelas Inspirasi Arnolduswea Foundation pada Sabtu (11/09/2021). Minggu sebelumnya (04/09/2021), kegiatan yang sama—batch I—juga berlangsung secara daring dengan sukses. Kolasefoto anak-anak kelas 2A SDI Darussalam Pekayon tahun 2020-2021 Muridmurid SD Negeri Harjasari 1 sedang menempelkan daun cita-cita mereka di pohon cita-cita #KIB3 PuMYW. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Mahasiswa KKM-DR UIN MALANG 2022 Pokja “Barockah” mengadakan kegiatan “Kelas Inspirasi” di dua Taman Kanak-kanak yang terletak di Desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Kegiatan Kelas Inspirasi ini dilaksanakan selama dua hari di RA Nasyrul Ulum dan TK PGRI 04 Bocek. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk pengenalan cita-cita kepada anak. Foto Dokumentasi Pribadi Kegiatan“Kelas Inspirasi” dilaksanakan mulai pukul hingga dengan cara mengenalkan macam-macam profesi kepada siswa RA/TK. Para Siswa lalu menuliskan cita-cita mereka di sebuah kertas kecil berbentuk buah-buahan yang sudah disiapkan oleh anggota KKM-DR UIN MALANG. Siswa selanjutnya akan menempelnya di pohon yang terbuat dari kardus yang dilapisi dengan kertas. Foto Dokumentasi Pribadi Selain kegiatan ini, Mahasiswa KKM-DR juga mengajak para siswa senam pagi terlebih dahulu sebelum kegiatan di mulai. Mahasiswa KKM-DR juga mengajak para siswa menyanyikan yel-yel yang sudah disiapkan oleh pendamping setiap kelas dan dilombakan. Di akhir acara, pemenang lomba diumumkan. Ada empat kategori pemenang yaitu juara favorit, juara terbaik, juara terkompak, dan juara terheboh. Semua siswa bergembira ketika mendapatkan hadiah. Foto Dokumentasi Pribadi Foto Dokumentasi Pribadi Para siswa sangat antusias dengan kegiatan ini. Mahasiswa KKM-DR juga mendapat sambutan baik dari pihak sekolah. Mahasiswa KKM-DR UIN MALANG berharap kegiatan ini dapat menjadi menginspirasi dan menjadi motivasi bagi siswa/i supaya bersungguh-sungguh mencapai cita-citanya di masa depan. Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Kampus Mengajar adalah bagian dari program Kampus Merdeka yang bertujuan menghadirkan mahasiwa sebagai bagian dari penguatan pembelajaran literasi dan numerasi terutama SD di daerah 3T Terdepan, Terluar, dan Tertinggal. Program ini merupakan program kolaborasi antara Ditjen Dikti dengan Ditjen Pauddikdasmen yang didukung oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan LPDP sebagai solusi bagi Sekolah Dasar yang terdampak pandemi Covid-19 dengan memberdayakan mahasiswa untuk membantu meningkatkan kualitas pembelajaran, adaptasi teknologi dan administrasi sekolah. Selain itu mahasiswa juga dicanangkan dapat mengimplementasikan Profil Pelajar Pancasila sekaligus menjadi duta edukasi perubahan perilaku di masa Pelajar Pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Terdapat 6 dimensi Profil Pelajar Pancasila, diantaranyaBeriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak MuliaBerkebinekaan GlobalBergotong-royongMandiriBernalar KritisKreatifSaya Fernanda Amalia Putri, salah seorang Mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas Ahmad Dahlan ditempatkan di SD Negeri 3 Kaliajir untuk mengabdi selama 3 bulan terhitung sejak 22 Maret 2021 hingga 26 Juni 2021. SD yang berakreditasi C ini berlokasi di Desa Kaliajir, Kec. Purwanegara, Kab. Banjarnegara, Jawa Tengah. Kaitannya dengan implementasi Profil Pelajar Pancasila, saya bersama 6 rekan saya dari 3 Perguruan Tinggi yang berbeda mengadakan program Pohon Cita-cita pada Kamis, 10 Juni 2021. Sasaran kegiatan ini adalah siswa kelas 4 dan kelas 5 karena tidak lama lagi mereka akan memasuki bangku SMP. Pohon Cita-cita bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dan menerapkan sikap optimis dengan berani bermimpi. Hal ini didasari fakta bahwa di masa pandemi seperti ini banyak siswa yang tidak semangat sekolah apalagi untuk memiliki cita-cita. Disamping itu pendidikan karakter perlu diterapkan sejak dini sebagai modal dasar pengembangan individu dan bangsa 6 dimensi Profil Pelajar Pancasila, kegiatan ini menerapkan dimensi mandiri dan pada dimensi mandiri diantaranyaPemahaman diri dan situasi, yaitu mengenali kualitas dan minat diri serta tantangan yang dihadapi serta mengembangkan refleksi diriRegulasi diri, yaitu penetapan tujuan dan rencana strategis pengembangan diri, prestasi serta percaya dimensi ini, siswa diajak untuk mencari apa yang sebenarnya mereka impikan lalu dituliskan dalam lembaran kecil kertas asturo. Selain itu untuk melatih percaya diri, setiap siswa harus maju ke depan menceritakan apa yang mereka impikan, apa hal yang mendasari mimpi mereka, bagaimana cara meraihnya dan apa usaha yang mereka siapkan untuk meraih mimpi tersebut. Adapun elemen pada dimensi kreatif yaitu menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal. Pada dimensi ini siswa mengkreasikan lembaran kertas asturo yang berisi cita-cita dalam bentuk buah lalu menempelkannya ke pohon cita-cita. Siswa pun akan dilatih berpikir matematis dimana dalam membuat karya perlu memperhatikan ukuran dan bentuknya, karena pada dasarnya hal tersebut yang menjadi keberhasilan karyanya nanti. g Pohon ini sebagai komitmen siswa untuk menerapkan strategi belajar yang akan dilakukan guna meraih cita-cita, sehingga tujuan meningkatkan motivasi belajar akan tercapai. Cita-cita siswa sangat bervariasi, ada yang ingin menjadi guru, dokter, polwan, gamers bahkan youtuber Free Fire salah satu permainan yang ramai belakangan ini. 1 2 Lihat Pendidikan Selengkapnya Tulisan ini masih bercerita tentang kegiatan Kelas Inspirasi Bogor 2. Seperti yang telah saya tuliskan di postingan-postingan sebelumnya, saya berkesempatan untuk ikut berpartisipasi sebagai relawan inspirator, yang bertugas mengajar di SD Negeri Situ Gede 1, Kecamatan Bogor Barat. Pada postingan pertama, saya menceritakan mengenai kondisi fisik SD Negeri Situ Gede 1. Sekolah dasar ini hanya mempunyai tiga lokal kelas dan berada di tengah pemukiman yang relatif padat. Sementara pada tulisan kedua saya bercerita tentang persiapan dan kegiatan yang kami lakukan pada saat hari inspirasi 9 September 2014. Nah kali ini saya akan khusus menyoroti mengenai dua hal yang saya pikir merupakan “the moment of truth” dari kegiatan ini, yaitu balon dan pohon impian. Kegiatan ini sekaligus sebagai kegiatan penutup dari seluruh rangkaian Kelas Inspirasi hari itu. Balon dan pohon impian pada hakikatnya adalah sebuah aktifitas dimana para siswa menuliskan cita-citanya. Cita-cita tersebut ditulis pada secarik kertas. Berwarna warni. Dan kemudian ditempelkan pada pohon impian atau balon impian itu. Sebetulnya kami bisa memilih salah satu saja. Entah itu Balon atau Pohon Impian. Tidak perlu keduanya. Namun karena kami mengajar di dua rombongan, yaitu rombongan kelas yang masuk pagi dan rombongan kelas yang masuk siang, maka ritual penutupan kami adakan dua kali. Untuk alasan kepraktisan dan waktu. Jadi anak-anak kelas pagi menuliskan cita-citanya di pohon impian. Sementara anak-anak rombongan siang menuliskan cita-citanya di balon impian. Lalu balon tersebut di lepas ke udara … Ahhh menyenangkan sekali … Anda harus lihat bagaimana berbinarnya mata anak-anak tersebut ketika menempelkan cita-citanya di pohon impian. Dan juga menerbangkan balon impiannya. Ini adalah beberapa foto kegiatan para siswa menempel kertas warna warni yang bertuliskan cita-citanya, ke pohon impian photo by Fanny, KIB 2 photo by Fanny, KIB 2 Dan ini adalah beberapa foto ketika kita menerbangkan Balon impian, yang ditempeli kertas cita-cita ke udara … photo by Fotografer Kel 19 KIB 2 photo by Ersie, KIB 2 Sempat saya membaca di secarik kertas berwarna hijau muda, tulisan seorang siswa yang kurang lebih berbunyi Nama Elis Kelas 4 Cita-cita Dokter Anak Ya Alloh kabulkanlah doa Elis. Elis pengen jadi dokter anak. Sebetulnya kalimat terakhir ini bukan instruksi dari pengajar, kalimat tersebut ditulisnya secara spontan oleh siswa Saya terharu membacanya … Kejarlah cita-citamu. Dan selalu ingat Jujur, Kerja keras, Mandiri dan Pantang menyerah anak-anak !!! Semoga cita-citamu tercapai ya Nak … ! Salam Inspirasi . . . Note Ada sebuah pemandangan menarik. Ketika seluruh kegiatan sudah selesai, dan kami ngobrol berbincang-bincang santai dengan para guru. Sambil beristirahat dan menikmati jajanan tradisional ubi rebus, pisang rebus, kacang dan sebagainya yang disediakan oleh kepala sekolah. Kami melihat ada sekelompok gadis-gadis kecil. Murid-murid SDN Situ Gede yang tadi barusan kami ajar. Mereka telah mengganti seragam sekolahnya dengan pakaian bebas. Saya bertanya kepada mereka “Sudah pada pulang ? Kok balik ke sekolah lagi ? Mau main di sekolah ya ?” Dan mereka pun menjawab “Mau memberesin kelas kita Pak” Saya pun bertanya kembali “Lho memangnya ada apa ?” Salah satu dari mereka bilang “Besok sekolah kita mau dibongkar, jadi kita ngungsi sementara Pak. Kita mau mindahin barang-barang, buku-buku, prakarya kita ke tempat yang baru”. Aaahhh … kasihan sekali anak-anak ini. Setelah saya cari info lebih lanjut dari para guru, ternyata memang sekolah mereka ini besok mulai tanggal 10 September 2014 akan dibongkar. Akan dibangun bangunan dua tingkat, agar lokal kelas mereka mencukupi dan memadai untuk rombongan belajar yang ada. Selama pembangunan tersebut, mereka akan menumpang belajar di sekolah tetangga … SD Negeri Situ gede 2. Masuk siang dan sore hari. Semoga hal ini tidak mengganggu proses belajar mengajar mereka … Dan semoga lokal sekolah mereka cepat selesai, agar mereka dapat segera menempati kelas yang baru yang lebih layak, dan memadai ! Tetap semangat dan bergembira ya anak-anak !!! Photo by Fotografer Kel 19-20 KIB 2 I am just an ordinary person who work as a trainer. who wants to share anything he knows ... No Matter how small ... No Matter how simple. Lihat semua pos milik nh18 Navigasi pos

pohon cita cita kelas inspirasi